Ayat- Ayat Kauniyah

Menarik utk diperhatikan setiap Muslim membaca ayat “orang- orang yang mendustai ayat- ayat Kami” pikirannya langsung tertuju kepada ayat- ayat yang ada di Al Quran itu. Manusia menyangka yang dimaksud dengan ayat- ayat Allah adalah ayat- ayat yang tertulis di dalam sebuah buku atau Kitab.

Padahal sebetulnya ada 2 macam ayat- ayat Allah. Yang pertama ayat-ayat Qauliyah yang dilisankan didalam Al Quran itu. Yang kedua adalah ayat-ayat Kauniyah atau yang berarti ayat- ayat yg terkandung didalam alam.

Seluruh isi alam inipun adalah ayat-ayat Allah. “The Laws of Nature”. Hukum- hukum alam yang terukur yang bisa dilihat oleh mata manusia itu juga ayat-ayat Allah.
Tapi apa yg dimaksud “mendustai ayat-ayat Allah” didalam Al Quran itu ? Sebab bila hukum alam yg dimaksud hukum fisika, hukum kimia, dan semua hukum alam yg bisa terukur itu tdk bisa didustai manusia. Hukum alam apakah yg dimaksud didustai manusia dlm ayat tersebut ? Seperti contoh Allah menciptakan gravitasi, selama- lamanya manusia tdk akan bisa mendustai gravitasi. Dgn demikian gravitasi adalah ayat- ayat Allah dia tdk bisa didustakan. Kalau ada seseorang yang lompat dari gedung dengan niat utk mendustai ayat- ayat Allah, pasti dia langsung binasa.

Dengan demikian hukum alam yang bisa didustai manusia bukanlah hukum alam yang fisik. Tapi hukum alam yang metafisik atau hukum alam yg gaib.

“Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).Al Israa. 89”

Isi Al Quran disampaikan dgn perumpamaan. Dgn demikian bahasanya tdk bisa dipahami dgn bahasa biasa melainkan bahasa allegori atau simbolisme.

Tetapi kebanyakan org tdk bisa menerima bahasa allegori sehingga mereka “take literal meaning of all things in it”

Salah satu penyingkapan gaib yg disampaikan Al Quran contohnya : “… Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…” 17. 7

Yang dimaksud berbuat kebaikan disini  adalah perbuatan kebaikan yg kita lakukan secara mental. “We do it mentally to ourselves” lebih tepat kalau pakai bahasa Inggris.

Bukan yang kita lakukan secara fisik dengan tangan atau lisan kita. Sebagaimana sebelum kita melakukan sesuatu “physicly we do it mentally first”. Sebelum melakukan sebuah perbuatan jahat misalnya. Sebelum perbuatan ada niat, formasi pikiran dan perasaan/ feeling yang mendorong kita melakukan perbuatan jahat tersebut. Dgn demikian “we do it everything mentally first”.

Dengan demikian apa yang dimaksud dgn perbuatan baik berarti baik buat dirimu sendiri adalah apa yang kita perbuat didalam mental kita itulah yg baik buat diri kita sendiri.

Begitu dalam bahasa Al Quran.

Tapi kebanyakan orang salah menginterpretasikan perbuatan baik tersebut dengan berbuat baik kepada (orang lain) berarti berbuat baik buat diri sendiri. Atau menginterpretasikan amal soleh adalah perbuatan- perbuatan baik yang disyariatkan dalam agama. Yang berakibat semua perbuatan yang dianggap baik atau diasumsikan baik atas nama agama adalah perbuatan baik yang didalam kitab suci tersebut.

Kedua hal tersebut adalah 2 hal yang berbeda. Semua perbuatan baik yg dianggap baik adalah menurut pikiran manusia. Bukan perbuatan baik yang disebut didalam kitab suci itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s